10 Kuliner Murah dan Enak di Bandung

Siapa yang tidak kenal Kota Bandung? Kota dengan sebutan Paris Van Java ini sukses menjadi tempat liburan favorit di Jawa Barat. Selain udaranya yang sejuk, banyaknya wisata alam yang indah dan wisata belanja yang murah menjadi daya tarik tersendiri untuk pelancong yang datang.

Liburan ke Kota Bandung tidak lengkap jika belum berwisata kuliner. Banyak sekali makanan enak yang harus dijelajahi kelezatannya, tanpa perlu khawatir dompet kita menipis. Karena kuliner enak akan siap menggoyang lidahmu dengan harga yang murah. Apa saja kuliner enak dan murah yang wajib dicoba? ini dia cerita dan 10 rekomendasi kuliner favorit saya di Bandung.

10. Mih Kocok Mang Dadeng

Mulai dari yang terakhir yaitu mie kocok. Salah satu hidangan mie khas Bandung yang patut dicoba. Saya memilih tempat yang legendaris untuk mencobanya yaitu Mih Kocok Mang Dadeng. Tepatnya di Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan Nomor 67, Lengkong, Bandung atau disebut juga Jalan Banteng Nomor 67. Tempat ini buka pada pukul 09:00 sampai dengan pukul 22:00.

Mih Kocok Mang Dadeng

Satu porsi mih kocok biasa, terdiri dari mie kuning pipihnya yang khas, potongan kikil, taoge lalu disiram oleh kuah kaldu. Tidak lupa ditaburi bawang goreng dan seledri. Kita juga bisa menambahkan kecap, sambal dan perasan jeruk limau sebagai pelengkap rasa.

Cukup dengan Rp 33.000 kita sudah bisa menikmati satu porsi mih kocok biasa. Rasa daging dari kuah kaldunya sangat terasa. Perpaduan mie yang lembut dengan taoge yang renyah pas di mulut saya. Gurih, asin dan rasa khas dari seledri bikin nagih di setiap suapannya. Tidak kalah enak, perasan jeruk limau membuat rasa kuah menjadi lebih segar. Sangat cocok untuk hidangan makan siang kita di Bandung.

9. Baso Tahu Imam Bonjol

Sajian yang mirip dengan dimsum ini sangat banyak dijual di Bandung. Mulai dari pedagang keliling hingga dijual di restoran. Saya memilih makan di Pujasera Imam Bonjol tepatnya di Jalan Imam Bonjol Nomor 9, Coblong, Bandung. Pujasera ini mulai buka pukul 08:00 hingga pukul 17:00. Saran dari saya untuk datang di antara pagi hari sampai jam makan siang, karena baso tahu terkadang cepat habis.

Baso Tahu Imam Bonjol

Baso Tahu Imam Bonjol terdapat banyak pilihan pada dandang panasnya. Tidak hanya baso dan tahu tapi ada juga kol, pare, telur rebus dan kentang. Satu porsi yang saya pesan terdiri dari siomai, tahu putih, kol, kentang dan telur rebus. Lengkap dengan saus kacang yang diberi kecap dan perasan jeruk limau. Hanya dengan Rp 15.000 kita sudah dapat 5 buah baso tahu.

Rasa siomai tidak terlalu banyak rasa tepung dan sangat terasa ikannya. Teksturnya yang padat tetap lembut di mulut. Tahu putih dan telur rebusnya juga diisi dengan sedikit adonan siomai. Bumbu kacang yang pekat ditambah kecap, menambah rasa gurih dan manis pada setiap potongan baso tahu yang masih panas.

8. Seblak Basah Deu’Tjenghar

Satu ini tidak boleh dilewatkan oleh pencinta pedas. Berbeda dengan seblak biasanya, seblak ini menyajikan 5 macam kerupuk dengan tambahan lainnya. Seperti siomai kering, kwetiau, jamur sampai dengan potongan kikil. Uniknya Seblak Basah Deu’Tjenghar punya kuah khas yaitu kuah kaldu yang pedas.

Harga seblak sangat terjangkau mulai dari Rp 8.000 sampai dengan Rp 15.000 saja. Pusatnya ada di Jalan Purnawarman depan BEC 2, Bandung. Tapi kali ini saya membeli Seblak Basah Deu’Tjenghar di cabang Jalan Cisaranten Kulon di samping gapura Komplek Guruminda, yang mulai buka pukul 11:00 hingga pukul 21:00.

Seblak Basah Deu’Tjenghar

Nah, saya memesan 5 macam kerupuk ditambah kwetiau dan kikil dengan harga Rp 12.000. Sesuai tampilan warnanya yang dominan jingga, kuah seblak ini sukses membuat saya garuk-garuk kepala karena pedasnya. Tidak hanya pedas, ada rasa rempah khas pada kuahnya. Tekstur setiap kerupuk basah yang kenyal berpadu dengan renyahnya siomai kering. Lebih nikmat lagi ada rasa daging yang muncul pada kuah gurihnya dari setiap potongan kikil. Sangat pas di makan di tempat yang bersuhu dingin.

7. Ronde Jahe Alkateri

Berbeda dengan ronde lainnya Ronde Jahe Alkateri ini disajikan dua pilihan kuah, kuah gula merah dan gula putih. Setiap ronde besar berisi adonan kacang yang padat. Seporsi Ronde Jahe Alkateri dihargai Rp 18.000 saja. Satu yang saya suka dari ronde ini adalah kuahnya yang polos. Tidak ada kacang goreng, potongan roti dan kolang-kaling pada setiap porsi biasanya. Kita bisa temukan ronde ini di Jalan Cibadak Nomor 99, Bandung.

Ronde Jahe Alkateri

Tekstur setiap ronde sangat kenyal dan lembut. Rasanya hampir mirip dengan moci, manisnya ronde menyatu dengan rasa adonan kacang yang gurih. Enaknya, di sini menyediakan tambahan air jahe pada setiap meja. Jadi bagi yang ingin menambah rasa jahenya, kita bisa menambahkan air jahe sendiri.

Ronde Jahe Alkateri mulai buka pukul 18:00 hingga pukul 00:00. Memang pas untuk disantap pada malam hari sambil menikmati Cibadak Culinary Night.

6. Surabi Cihapit

Liburan ke Bandung tidak lengkap rasanya jika tidak beli surabi. Dulu jajanan tradisional khas Bandung ini hanya ada dua rasa, yaitu surabi oncom dan polos ditambah saus gula merah. Berbeda dengan sekarang yang rasanya sudah bervariasi.

Seperti tempat yang saya kunjungi yaitu Surabi Cihapit. Sesuai namanya kita bisa temukan surabi ini di Jalan Cihapit, Bandung. Menu Surabi bervariasi mulai dari taburan sosis, keju, coklat hingga pisang. Tempat ini buka setiap hari pada pukul 06:00 hingga pukul 12:00, lalu dilanjut lagi buka pada pukul 15:00 hingga pukul 22:00.

Surabi Cihapit

Saya memesan surabi oncom dan surabi keju susu. Wangi pandan dari surabi yang masih panas ini sangat terasa. Tidak hanya itu, tekstur surabi juga sangat lembut di mulut. Cocok sekali dengan rasa oncomnya yang pedas manis. Bagian kulit bawah dari surabi tidak terlalu gosong sehingga renyah saat digigit. Tidak kalah nikmat, Surabi keju susu yang saya pesan sangat terasa kejunya dan menyatu dengan rasa khas tepung beras pada surabi. Harga Surabi Cihapit ini mulai dari Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 saja.

5. Cuanki Serayu

Makan cuanki dengan kuah yang panas sangat pas saat cuaca dingin seperti di Bandung. Satu ini yang paling sering saya kunjungi saat ke Bandung yaitu Cuanki Serayu. Lokasinya di Jalan Serayu Nomor 2, Cihapit, Bandung. Tempat ini mulai buka pada pukul 11:00 hingga pukul 19:00. Jika kita ke sini harus rela mengantre panjang, tapi tenang saja antrean tidak berlangsung lama kok.

Cuanki Serayu

Cukup dengan Rp 17.000 kita sudah bisa menikmati semangkuk cuanki campur. Seporsi berisi siomai, tahu putih, baso dan batagor yang diguyur kuah panas dan ditabur bawang goreng juga seledri. Sebagai pelengkap rasa disediakan juga kecap, sambal dan cuka. Lebih asiknya, kita bisa memesan batagor dan saus kacangnya juga di sini.

Kesukaan saya adalah cuanki yang masih mengepul di setiap gigitannya. Rasa kuah yang gurih dengan tekstur siomai ikan yang kenyal bikin saya ketagihan. Tidak kalah enak, batagor di campur kuah panas yang tetap renyah di mulut. Makan Cuanki Serayu akan makin lengkap jika di temani dengan kerupuk putih.

4. Ayam Goreng SPG

Kenapa disebut Ayam SPG? karena dulu warung nasi Ayam selalu dipenuhi para SPG saat jam makan. Sajiannya sangat sederhana yaitu nasi putih, ayam serundeng dan ditemani lauk pauk seperti perkedel, petai, tahu, tempe dan ati ampela. Tidak lupa sambal pedas bawangnya yang khas dan menambah nafsu makan. Kita bisa temukan ayam goreng ini di Jalan Hasanudin Nomor 20, Coblong, Bandung. Tempat ini buka mulai pukul 07:00 sampai dengan pukul 18:00.

Berbeda dari yang lainnya, di sini bisa mengambil nasi sendiri. Tenang saja harganya terjangkau kok, cukup dengan Rp 25.000 sudah bisa makan siang enak. Satu porsi yang diambil adalah nasi putih, ayam goreng dengan serundengnya, sambal, tempe dan perkedel.

Ayam SPG

Favorit saya adalah nasi putihnya yang masih mengepul saat disajikan. Berpadu dengan serundengnya yang renyah dan gurih. Perpaduan nasi putih, ayam yang garing ditambah sambal bawang pedasnya bikin saya nambah dua kali. Ukuran Ayam di sini cukup besar, pastinya bikin puas untuk makan di sini. Oh ya, jangan lupa makan pakai tangan untuk menambah kenikmatan disetiap suapannya.

3. Cilok Goreng Royal “Mang Lili”

Bagi yang suka ngemil pasti akan suka ini. Bukan cilok seperti biasa yang prosesnya direbus. Cilok satu ini digoreng, yaitu Cilok Goreng Royal “Mang Lili” tepatnya di Jalan Cikutra, Bandung depan gerbang Kampus Widyatama. Hanya dengan Rp 5.000 saya sudah bisa menikmati 4 tusuk cilok goreng. Setiap porsi cilok goreng dilengkapi saus kacang, serundeng, dan bubuk cabai.

Cilok Goreng Royal “Mang Lili”

Bagian terbaik adalah saat mengigit tekstur cilok yang garing di luar tapi empuk di dalam. Bahkan terasa seperti ada butiran daging di setiap suapannya. Jika sudah mencoba cilok ini, yakin tidak akan cukup membeli hanya Rp 5.000 saja, pasti akan ketagihan dan membelinya lagi!

2. Dessert Mango

Salah satu makanan penutup terenak di Bandung yaitu Dessert Mango. Kita bisa temukan di Kedai Ling-Ling tepatnya di Jalan Sultan Agung Nomor 7, Citarum, Bandung. Tempat ini buka mulai dari pukul 11:00 hingga pukul 22:00. Dessert Mango adalah sajian dingin dari buah mangga yang sudah dihaluskan dan disajikan dengan aneka jeli atau sering kita sebut dengan smoothie.

Dessert Mango

Makanan penutup ini paling pas dinikmati saat siang hari yang terik. Teksturnya yang lembut dan lebih kental dari pada jus sudah cukup membuat kita kenyang. Rasa segarnya berpadu dengan setiap jeli yang kenyal dan manis pada setiap gigitannya. Cukup dengan Rp 25.000 kita sudah bisa menikmati satu porsi Dessert Mango. Nah, yang terakhir di bawah ini adalah juara kuliner Bandung versi saya.

1. Bakso Mas Tato

Satu ini adalah sajian terfavorit saya yang letaknya di Jalan Ternate Nomor 10, Bandung. Bakso Mas Tato mulai buka pukul 11:00 hingga pukul 21:00. Tidak pernah bosan untuk makan di Bakso Mas Tato. Bukan seperti bakso biasanya, bakso ini seperti mie ramen tapi dengan rasa yang lebih tradisional. Cukup dengan Rp 28.000 sudah bisa memesan menu andalan saya, yaitu Mie Paporit dengan tambahan ekstra kuah.

Mie Paporit merupakan mie goreng yang dilumuri saus khas pedas racikan Mas Tato. Pelengkapnya ada bakso, katsu ayam, batagor pangsit dan tidak lupa ditaburi bawang daun di atasnya. Pada ekstra kuahnya terdapat irisan wortel, daun bawang dan bawang bombai. Menu ini termasuk yang tidak boleh dilewatkan oleh pencinta pedas. Karena saus racikan dan ekstra kuahnya punya cita rasa yang pedas.

Mie Paporit

Tekstur mienya yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu matang adalah yang paling saya suka. Ayam katsu yang garing dan baksonya lembut sangat pas untuk teman makan mie. Sesuai dengan warnanya, kuah merah dominan dengan rasa gurih dan pedas. Saya mempunyai cara sendiri untuk menikmati bakso ini. Pertama memakan mie terlebih dahulu, lalu dilanjut makan ayam katsu dan baksonya secara bergantian dan menyeruput kuah pedasnya bersama irisan sayur pada kuah. Tidak lupa yang terakhir menikmati renyahnya batagor pangsit diakhir suapan.

Nah, itu dia cerita kuliner favorit saya di Bandung. Juaranya adalah Bakso Mas Tato. Ternyata masih ada kuliner murah, lezat dan bikin kenyang yang patut dicicipi saat liburan ke Bandung. Semoga menjadi rekomendasi kalian saat liburan ke Bandung.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

%d bloggers like this: