10 Kuliner Pekanbaru yang Akan Menggoyang Lidahmu

Provinsi Riau, siapa yang tidak tahu dengan salah satu Provinsi terkaya di Indonesia ini. Letaknya berada di bagian tengah Pulau Sumatera. Saya berkesempatan mengunjungi Ibu Kotanya Riau, yaitu Pekanbaru.

Ternyata selain terkenal akan kesibukannya, Pekanbaru punya banyak pilihan tempat untuk wisata kuliner. Tentunya kuliner yang khas, prosesnya unik dan sedap untuk dicoba. Nah, ini dia cerita dan 10 rekomendasi kuliner Pekanbaru versi saya:

10. Ketupat Sayur

Ketupat sayur merupakan salah satu pilihan sarapan di Pekanbaru. Saya memilih sarapan di Ketupat Gulai Paku “Onen” tepatnya di Jalan Moh. Dahlan Nomor 48, Sumahilang, Pekanbaru.

Bagi kalian pencinta rasa khas Sumatera yang dominan pedas dan asin, pasti akan suka sarapan saya ini. Potongan ketupat dicampur dengan sayur nangka, sayuran hijau, telur rebus dan mie kering lalu diguyur oleh kuah kuning yang cukup kental. Tidak lupa ditabur kerupuk merah khas Minang di atasnya. Ini dia fotonya:

Ketupat Sayur “Onen”

Bumbu kuning ketupat sayur ini menjadi rasa baru di lidah saya! rasa asin, pedas dan rempah yang pekat membuat saya teringat akan bumbu Padang. Ya, rasanya seperti bumbu pada sayur Padang. Tetapi berbeda dengan bumbu Padang di Pulau Jawa, yang rasanya gurih pedas. Harga satu porsi dari ketupat sayur ini terjangkau kok, hanya Rp 13.000/porsi kita sudah bisa sarapan enak.

9. Sate Padeh

Sate yang satu ini tidak boleh dilewatkan oleh pencinta pedas. Sate Padeh dalam bahasa Pekanbaru yang artinya Sate Pedas. Kali ini saya memilih makan di Jalan Tuanku Tambusai Nomor 293, Marpoyan Damai, Pekanbaru. Tempat ini hanya berjualan Sate Padeh di malam hari, dan asiknya kita bisa makan di pinggir jalan sambil lihat suasana Kota Pekanbaru.

Nah, tampilan satenya seperti Sate Padang tapi ada yang berbeda lho. Sate ini menyajikan dua pilihan daging, yaitu daging ayam dan daging sapi. Selain itu, kuah kental sate ini berwarna merah. Satu piring Sate Padeh berisi potongan ketupat ditemani daging sate dan tidak lupa ditabur bawang goreng. Enaknya makan sate ini ditemani kerupuk kulit atau keripik balado.

Sate Padeh Jalan Tuanku Tambusai

Sesuai dengan nama dan warnanya, Sate Pade bikin saya garuk-garuk kepala karena pedasnya. Tidak lepas dari rasa khas Sumatra yang dominan dengan rasa pedas asin. Keripik baladonya bikin pas di mulut dengan sensasi renyahnya. Cukup dengan Rp 16.000 kita sudah bisa menikmati Sate Padeh.

8. Keripik Balado Durian

Buat pencinta pedas lagi nih, apalagi yang suka ngemil. Keripik sanjai atau balado ini berbeda dari biasanya. Saya temukan keripik balado durian di Pasar Bawah tepatnya di Jalan Saleh Abbas, Pekanbaru.

Keripik Balado Durian

Melihat tampilannya memang tidak ada yang berbeda dari keripik sanjai seperti biasanya. Tapi saat saya mencobanya, ternyata ada sensasi unik dari rasa durian yang bercampur dengan rasa pedas balado. Kedua kalinya menemukan rasa baru di lidah saya. Tekstur keripikya yang lengket tidak menghilangkan kerenyahan pada keripik lho. Sehingga tidak bikin saya menyesal untuk membelinya. Satu kilo dari keripik balado durian ini dihargai Rp 60.000/kg.

7. Pempek

Datang ke salah satu kota di Pulau Sumatera, tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba pempek. Nah, saya ingin mencoba rasa pempek dari Pekanbaru. Restoran yang saya pilih untuk mencobanya adalah Pempek Tini 628, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja Nomor 99, Lima Puluh, Pekanbaru. Ini dia fotonya:

Pempek Tini 628

Rasa ikan pada pempek ini sangat terasa. Tekstur pempek yang kenyal di campur dengan potongan timun, lalu disiram oleh cuko membuat saya tidak bisa lupa dengan rasa khasnya. Harga Pempek Tini sangat terjangkau, cukup dengan Rp 16.000 kita sudah bisa menikmati satu porsi pempek campur.

6. Teh Talua

Suara bising dari mixer yang mengocok gelas berisi teh, mengalihkan perhatian saya. Saat membeli ketupat sayur di Ketupat Gulai Paku “Onen”, saya memesan minuman yang memiliki proses unik tersebut.

Teh Telur namanya atau disebut juga Teh Talua. Minuman ini terdiri dari gula, telur kampung mentah, jeruk nipis dan teh tentunya. Lalu semua bahan tersebut di kocok oleh mixer pada gelasnya langsung hingga berbuih. Setelah itu langsung disajikan pada pembeli. Tenang saja, tidak bau amis kok! nih lihat fotonya:

Teh Talua “Onen”

Menurut saya rasa teh talua hampir mirip dengan teh tarik. Tapi lebih segar, sedikit lebih manis dan ada rasa kesat yang anehnya menambah kenikmatan saat meminumnya. Bagi kalian yang datang ke Pekanbaru harus mencoba minum ini, hargnya terjangkau hanya Rp 10.000/gelas.

5. Miso Ayam

Satu ini yang paling saya cari, Miso Ayam! dapat rekomendasi dari teman, bahwa saya harus coba makanan ini di Pekanbaru. Gambaran rasa sedap yang diceritakan teman saya, jadi bikin penasaran. Tempat yang dituju adalah Miso Ayam Ajo Topo di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Sukajadi, Pekanbaru. Tempat ini buka pada pukul 13.00 s.d 01.00.

Harganya sangat murah lho, yaitu Rp 8.000/porsi. Satu porsi Miso Ayam berisi bihun, mie kuning, ayam suwir dan tahu goreng. Lalu di siram oleh kuah miso dan ditabur bawang goreng juga seledri. Tidak lupa disediakan juga jeruk nipis, sambal dan keripik balado untuk pelengkap rasa.

Miso Ayam Ajo Topo

Rasa kuahnya yang segar, gurih dan ringan bikin saya ketagihan. Apalagi saat saya makan tahu gorengnya, rasanya menyatu dengan kuah segarnya. Selain itu, rasa macam-macam rempah juga terasa di kuah ini. Nah, ternyata di Pekanbaru bisa juga ya makan dengan harga murah tapi tetap meriah!

4. Bakwan Sumatera

Pertama kalinya saya dengar Bakwan Sumatera, yang terbayang adalah gorengan biasa. Saya mengunjungi tempat makan Bakwan Sumatera di Jalan Rupat Nomor 22, Simpang Empat, Pekanbaru. Ternyata berbeda dengan gorengan pada umumnya. Bakwan ini berbentuk seperti mangkuk dengan tekstur kulit luarnya yang garing. Penampakan bakwan:

Bakwan Sumatera

Ketika saya potong bakwannya, di dalamnya berisi kentang yang dipotong dadu, irisan wortel dan ebi yang masih mengepul. Wah, terlihat sedap dan bikin tidak sabar mencobanya. Asiknya lagi, makan bakwan ini harus ditemani dengan cuko! ini nih yang berbeda dari bakwan lainnya.

Saat mencobanya, ternyata tekstur bakwan lebih lembut dari biasanya. Saya sangat suka dengan perpaduan kentang di dalamnya. Meskipun teksturnya lembut, tapi masih ada tekstur garing dari kulit luar bakwan. Memang tidak salah pencipta bakwan ini menambahkan cuko pada sajiannya. Makan Bakwan Sumatra jadi lebih nikmat dengan kuah cuko. Saya cukup mengeluarkan Rp 3.000 untuk satu buah Bakwan Sumatera.

3. Lupis

Nah yang satu ini makanan idola saya, Lupis! Ketan yang di bentuk segitiga lalu ditabur oleh kelapa parut. Bagian terbaik saat makan Lupis, adalah setiap suapannya ditemani dengan saus gula merah. Sungguh rasanya sangat enak! Perpaduan ketan dengan manisnya saus gula merah sangat cocok di lidah saya. Ini dia idolaku:

Lupis “Onen”

Masih sama di tempat saya beli Ketupat sayur dan Teh Talua. Saya mencicipi Lupis ini di Ketupat Gulai Paku “Onen” tepatnya di Jalan Moh. Dahlan Nomor 48, Sumahilang, Pekanbaru. Harganya hanya Rp 8.000 saja.

2. Pisang Sale Coklat Mint

Saat di Pekanbaru, banyak sekali rasa baru yang saya cicipi. Salah satunya Pisang Sale Coklat Mint. Bukan pisang sale biasa lho. Kali ini pisang sale dibalut oleh bubuk coklat, dan yang bikin nagih adalah rasa mint yang muncul di pisang sale. Perpaduan antara coklat dan mintnya sungguh cocok dan bikin nagih!

Pisang Sale Coklat Mint

Harga per kilo dari pisang sale coklat mint adalah Rp 75.000. Kita bisa membelinya di Pasar Bawah tepatnya di Jalan Saleh Abbas, Pekanbaru. Nah, yang terakhir di bawah ini juara kuliner Pekanbaru versi saya:

1. Durian

Jika kalian ke Pekanbaru tidak boleh melewatkan yang satu ini ya. Makan durian di sisi Jalan Soekarno-Hatta samping Jalan Arifin Ahmad. Di sana akan ditemukan banyak penjual durian di bak mobil, lengkap dengan tempat duduknya. Harga durian mulai dari Rp 25.000. Ini dia foto juaranya:

Durian di Jalan Soekarno-Hatta

Harga murah, apakah duriannya manis? Satu ini tidak usah ditanya. Duriannya manis-manis dan dagingnya sangat tebal! Satu durian yang besar biji-bijinya berbentuk pipih dan hanya sebesar kuku jempol kita. Pastinya bikin puas makan di sini. Terutama pencinta buah durian. Saya pribadi lebih suka makan jenis durian susu. Selain dagingnya tebal rasanya juga sangat manis dan segar.

Nah, itu dia cerita kuliner favorit saya. Juaranya adalah Durian. Ternyata banyak sekali makanan enak yang harganya murah dan pastinya bikin kita ketagihan untuk wisata kuliner lagi di Pekanbaru. Semoga bisa menjadi rekomendasi kalian saat berlibur ke Pekanbaru ya.