Menikmati Pantai Favorit di Bali

Selamat datang kembali di blog aku Readers! Bagi yang baru mampir kesini, sebelumnya aku juga sudah cerita-cerita saat di Bali mengunjungi Garuda Wisnu Kencana baca di sini 🙂 dan melihat Tari Kecak waktu sunset di Uluwatu baca di sini ;p. Sekarang saatnya aku cerita lagi perjalanan terakhir aku di Bali. Kali ini aku akan cerita ke pantai favorit di Bali, yaitu pantai Tanah Lot dan Pantai Kuta! nah buat kalian nih yang mau ke pantai jangan lupa untuk:

  • pakai dan bawa sunblock
  • pakai alas kaki yang anti air
  • bawa baju berenang (bagi yang mau berenang)
  • bawa baju ganti (bagi yang mau berenang)
  • bawa kantong plastik (buat baju basah)
  • bawa uang 😀
  • bawa air minum sendiri
  • bawa kamera jangan lupa
  • topi dan kacamata hitam jangan ketinggalan B-)

Masih sama dengan hari kedua, pada hari ketiga ini aku masih sewa motor dengan biaya Rp 60.000/24 jam. Motor yang saya pilih adalah Vario, biar bagasinya besar dan bisa menampung oleh-oleh yang aku beli.

Hari ketiga! Destinasi ketiga Tanah Lot

Tanah Lot yang artinya daratan di atas lautan. Tanah Lot itu terkenal akan Pura nya, tapi selain pura kita akan melihat lautan juga dari atas tebing, dan ada pantainya. Pura Tanah Lot ini menurut cerita legenda adalah tempat pemujaan para dewa penjaga laut menurut kepercayaan agama Hindu. Nah Aku berangkat dari hotel di daerah Seminyak pada pukul 12:00 dan jarak dari Seminyak ke Tanah Lot adalah 17 kilo, memakan waktu sekitar 50 menit (kalau gak macet).

Sesampainya di Tanah Lot tepatnya di Jalan Raya Tanah Lot, Beraban Village, Kediri, Tabanan, pukul 13:48 aku langsung parkir motor dengan biaya Rp 2000/sepeda motor. Fyi untuk parkir mobil biayanya Rp 5000 dan biaya parkir bus Rp 10.000. Lalu untuk harga tiket masuk ke Tanah Lot WNI adalah Rp 20.000/orang untuk anak-anak Rp 7.500, sedangkan wisatawan mancanegara Rp 30.000 dan anak-anak Rp 15.000 cekidot:

Tiket masuk untuk WNI (dewasa)
tiket parkir motor Tanah Lot

Di area parkir motor dan mobil banyak sekali tempat beli oleh-oleh yang dipinggir jalan, kayak toko kecil pinggir jalan gitu. Tapi gak hanya di situ tempat oleh-oleh, ada juga setelah arah pulang ke Tanah Lot toko oleh-oleh besar yang nanti akan aku share ke kalian foto nya 🙂 .

Dari tempat parkir aku jalan kaki dulu untuk menuju pantai Tanah Lot, saat jalan kaki di sisi kanan dan kiri banyak yang jualan kepala muda :9 dan makanan. Sesampainya di ujung Tanah Lot, cuacanya akan sangat terik, lebih terik dari di GWK, jadi siap-siap pakai kacamata dan topi ya! Nah pertama saya ke arah Pura yang berada diatas tebing dulu nih, swipe!

This slideshow requires JavaScript.

Sebelum masuk ke gapura menuju tebing, di sisi jalan banyak yang berjualan oleh-oleh khas Bali tapi tidak begitu banyak, mereka berjualan lesehan dengan dilindungi oleh payung biru yang besar, ini dia fotonya:

mereka lebih menjual oleh-oleh khas Tanah Lot

Saat sudah melewati gapura, jika ingin masuk ke pura harus jalan kaki lagi ke ujung tebing. Tapi kondisi di sana ditutup dan tidak boleh menuju tebing, karena air laut sedang pasang.

This slideshow requires JavaScript.

Karena tujuan aku memang tidak ke area Pura sana. Jadi aku lihat-lihat saja di area dekat gapura sini, ada beberapa gazebo di dekat gapura. Bisa duduk santai dulu sambil istirahat dari teriknya matahari di Tanah Lot ini.

Laaanjut! aku jalan lagi ke ujung kanan dari Pura tadi ada jalan yang berkeramik gitu, dan tersedia banyak tempat duduk, dengan pemandangan laut lepas, ini dia foto-fotonya:

di sini paling silau
halo pantai!

Selama aku di Bali, perjalanan yang membuat kulit aku gosong adalah di sini hahaha, tapi semua kegosongan kulit ini memang kebayar sama indahnya pemadangan Tanah Lot :). Yuk jalan lagi ke sisi kiri pura yang di tebing , ada pemandangan pantai yang indah lagi, dan ada satu pura lagi yang berada di bawah.

This slideshow requires JavaScript.

Lanjut jalan lagi ke pura yang berada di bawah. Saat di bawah terlihat beberapa orang berbaju putih sedang bersembahyang sepertinya di dalam pura. Aku gatau ya boleh mendekat apa tidak, karena aku gak ke area puranya, cuma sepertinya tidak ada halangan untuk mendekat ke area pura sih, tidak seperti pura yang di tebing tadi terpasang portal stop. Yuk swipe! fotonya:

This slideshow requires JavaScript.

Oh ya.. sedikit cerita legenda di Tanah Lot ini. Pura di Tanah Lot dibuat oleh Danghyang Nirartha, dia berhasil menguatkan masyarakat Bali untuk kepercayaan Hindu. Saat itu ada penguasa Tanah Lot juga bernama Bendesa Beraben, dia merasa iri karena pengikutnya telah beralih ke Danghyang Nirartha.

Lalu Bendesa mengusir Danghyang, dan Danghyang Nirartha menyanggupi, tapi sebelumnya dia memindahkan batu ke tengah pantai dan menjadikannya Pura, lalu mengubah selendangnya menjadi ular yang menjaga Pura dan masih ada hingga sekarang. Nah ditengah perjalanan aku ketemu sama sekumpulan orang-orang yang sedang berfoto dengan ular! apakah itu ular penjaga pura?! 😮 (swipe! fotonya)

This slideshow requires JavaScript.

haha bukan ular penjaga pura sepertinya ;p itu mah ular piton ya kan. Soalnya di legenda di gambarkan ular tersebut ular laut yang ekornya pipih kayak ikan, warnanya hitam kuning belang-belang dan racunnya lebih mematikan dari ular kobra.

udah beres main di Pantai Tanah Lot

Saatnya mampir ke tempat oleh-oleh, yang aku kunjungi namanya Agung Bali. Di sana menyediakan Mushola juga, sekalian aku ikut Shalat dan istirahat sejenak sebelum keliling cari oleh-oleh. Agung Bali ini tempatnya besar banget dan barangnya macam-macam.

Banyak sekali mainan khas tradisional Bali, aksesoris khas Bali, baju khas Bali, ada juga Herborist! produk lokal favorit aku :D, dan snack khas Bali (seperti buah-buahan yang dikeringkan, itu enak banget kalian harus beli buah kering itu di sini kalau ke Bali, karena aku gak nemu lagi pas jalan-jalan di Bali buah kering itu haha menyesal beli sedikit), dan banyak lainnya deh. Ini dia sedikit foto-fotonya:

FYI kisaran harga oleh-oleh di Agung Bali nih 😀

Hari ketiga! Destinasi keempat Pantai Kuta

Selesai beli oleh-oleh aku lanjut jalan ke Pantai Kuta, sekalian arah pulang ke Seminyak. Kayaknya kurang mantap kalau ke Bali tapi enggak ke Pantai Kuta kan, secaraaa pantai ini yang paling terkenal dari dulu 😀 . Banyak dikunjungi wisatawan karena dekat dengan bandara, ombaknya yang cocok untuk berselancar dan di daerah Kuta banyak restoran, bar dan toko souvenir. Jarak dari Tanah Lot ke Pantai Kuta sekitar 25 kilo yang memakan waktu 1 jam 15 menit. Lumayan lama ya, karena saat masuk daerah Kuta biasanya macet.

Aku berangkat dari Tanah Lot pukul 14:54 dan sampai di Kuta pukul 16:03 tepatnya di Jl. Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali . Lalu aku parkir di pinggir jalan dekat trotoar dengan biaya Rp 2000, lalu jalan kaki lagi menuju pantai Kuta. Tidak ada tiket masuk di Pantai Kuta ini alias GRATIS 😉 . Nah di Bali ini selalu diadakan festival layangan tiap tahunnya dari bulan Juli hingga Agustus bahkan sampai Oktober, salah satunya di Pantai Kuta. Saat aku sampai di pantai ada yang jual layangan yang lucu-lucu:

This slideshow requires JavaScript.

Aku di sini gak berenang cuma kaki aja yang main air 😀 . Jalan dikit ke ombak yuk dan saatnya melihat sunset! swipe! :

This slideshow requires JavaScript.

MasyaAllah ya bagus banget 😀 . Total biaya ke Tanah Lot dan Pantai Kuta adalah Rp 84.000 (sewa motor Rp 60.000 + parkir Tanah Lot Rp 2.000 + tiket masuk Tanah Lot Rp 20.000 + parkir Kuta Rp 2.000). Alhamdulillah perjalanan di Bali sudah berakhir di Pantai Kuta, 3 hari 2 malam sudah aku jalani di Bali. Saatnya mampir ke pulau tentangga! wihiii kemana cobaaaaaa? tunggu ceritaku selanjutnya ya!

See ya Readers! <3