Mengejar Tari Kecak Saat Sunset di Uluwatu Bali

Halo Readers!

Sebelumnya aku udah cerita di Bali Part 1 perjalanan ke GWK 👉 baca di sini 🙂 , sekarang lanjutannya di part 2 aku masih sharing hari kedua aku di Bali yaitu perjalanan dari GWK ke Uluwatu untuk mengejar pertunjukan Tari Kecak di waktu sunset.

Perjalanan GWK ke Uluwatu memakan waktu 30 menit (kalau nggak macet) jarak nya 12 kilo. Saat itu aku berangkat sekitar pukul 15:30, dan itu telat karena sesampai nya di Uluwatu kita juga harus cari tempat parkir, jalan kaki lagi ke area pembelian tiket, lalu mengantri tiket pertunjukan Tari Kecak dan berjalan lagi ke area pertunjukan Tari Kecak.

Kenapa aku telat berangkat? yup! di part 1 udah di ceritain ya, gara-gara kena prospek mbak mbak sales 😀 haha. Sehingga aku harus ngebut dari GWK ke Uluwatu pakai motor. Bonus saat otw ke Uluwatu 👇

Sepertinya itu detik-detik terakhir kehidupan mereka 🤔

Hari kedua! Destinasi kedua Uluwatu

Aku sampai di Uluwatu pukul 17:20 tepatnya di Pura Uluwatu, Jalan Raya Uluwatu, Desa Pecatu, Kec. Kuta Selatan, Pecatu, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali, telat banget nih karena lagi macet banget :'( . Beres parkirin motor dengan biaya Rp 1000 saja, aku langsung tanya bapak-bapak yang sepertinya karyawan di sana, di mana tempat beli tiket, dan langsung ditunjukkan bahkan diantar sama bapaknya ke tempat loket tiket (padahal lumayan jauh loketnya).

Lari-lari deeeeh ke tempat pembelian tiket! dan….! baiknya lagi bapak-bapak ini langsung ke loket tiket memotong antrian yang panjang banget dan bilang “ayo cepat udah mau mulai tari kecaknya, ayo sini!” dengan mudahnya aku tinggal bayar :O . Biaya tiket pertunjukan tari Kecaknya Rp 100.000/orang.  Oh ya sebelumnya juga ada tiket masuk Kawasan Pura Uluwatu seharga Rp 30.000/orang. Ini dia tiket-tiketnya swipe!:

This slideshow requires JavaScript.

Lanjut.. Baiknya lagi nih Bapak ini nganterin lari-lari bahkan menyisihkan para kerumunan orang-orang pake tangan dia “permisi permisi permisi!” katanya buat jalan aku ke pertunjukan Tari Kecak yang udah penuh banget. Ih beneran ya kok baik banget Bapak ini, dan aku yakin dia bukan calo, kenapa?

Karena kelihatan ramah banget dan kayak tulus nolong, pas beres antar aku pun dia nggak berharap dibayar dia pergi begitu saja :’) wow, di area sana juga aku nggak lihat ada calo berkeliaran. Di situ aku makin suka sama Bali karena super ramah orangnya! <3 terimakasih Bapak di sana :). Nah sebelum masuk ke pertunjukan, nanti dibagi selembar kertas seputar Tari Kecak dan cerita pertunjukan Tari Kecak, seperti ini:

Tentang Pertunjukan Tari Kecak (maaf kertas lecek haha)

Wah!! Sesampainya di tempat pertunjukan, sudah penuh banget tempatnya sama turis, udah ga ada tempat sih sebenarnya. Tempat duduk untuk penonton itu kan melingkar dari bawah sampai atas, nah semuanya udah penuh tapi pada maksain duduk di paling bawah sejajar dengan para penari (termasuk aku ;p ) haha

Penuh banget
Pada ngampar kita 😉
Finally sunset 🙂 di sisi umbul-umbul itu kita langsung lihat lautan luas loh! kita ada di lebih atas, jurang gitu deh 🙂

Nah itu foto-foto sebelum Tari Kecak dimulai. Sebelum lihat fotonya cerita sedikit nih, jadi Tari Kecak ini mengisahkan seorang Raja yang bijaksana namanya Sang Rama Dewa yang lagi berusaha menyelamatan permaisurinya Dewi Sita yang diculik oleh seorang raja raksasa jahat bernama Raja Rahwana.

Misi penyelamatannya yang berbahaya ini ditemani oleh adiknya Sang Rama Dewa yang bernama Laksamana. Saat Raja Rahwana menculik Dewi Sita, burung Garuda sahabat Sang Rama Dewa yaitu Sang Jatayu mengetahui hal itu dan menolong Dewi Sita, tapi Sang Jatayu terkalahkan oleh kesaktian Raja Rahwana. Ini dia foto-foto saat penculikannya (swipe ;p )

This slideshow requires JavaScript.

Oh ya, salah satu penari wanita yang memakai baju biru itu memerankan Sang Rama Dewa dan wanita baju kuning memerankan Laksmana kenapa diperankan oleh wanita setau aku Dewa yang diperankan oleh wanita adalah Dewa yang sangat tampan (cmiiw). FYI juga.. sedekat ini nih aku dengan penari Kecak saat duduk paling bawah 😀

Lautan Manusia

Lanjut ceritanya ya.. Lalu Sang Rama Dewa dan Laksamana bertemu dengan Sang Hanoman, seorang panglima perang pasukan kera. Hanoman merasa berhutang budi dengan sang Rama Dewa, lalu Hanoman membantu untuk meyelamatkan Dewi Sita. Lalu si kera putih Hanoman masuk diam-diam ke dalam istana Raja Rahwana dan bertemu Dewi Sita. Ini dia foto-foto nya:

This slideshow requires JavaScript.

Nah! ini nih yang seru nih pas pertunjukan.. saat Hanoman ditangkap, diikat dan dibakar oleh prajurit Raja Rahwana yang semuanya raksasa. Saatnya fire dance! seru sekali melihat Hanoman dengan kesaktiannya melepaskan ikatannya di lingkaran api dan menyelamatkan diri dari api itu.

Akhirnya! Raja Rahwana dipanah oleh Sang Rama Dewa, dan Raja Rama Dewa kembali bersatu dengan permaisurinya Dewi Sita berkat bantuan Hanoman. Yass!! puas banget nonton Tari Kecak di waktu sunset ini temen-temen, ada sisi lucu, sedih dan menegangkan saat pertunjukan apalagi fire dance, seru sekali sampai penonton pada kabur karena takut kena apinya haha.

Kalau kalian ke Bali harus banget ke Uluwatu ya. Nah.. beres pertunjukan, kalian bisa foto bersama penarinya lho! GRATIS B-) hati-hati ya rebutan banget foto di sini dan jangan ketinggalan foto sama Hanoman!

Sudah selesai! kosong..

Terakhir nih.. Total biaya ke Uluwatu untuk nonton tari kecak adalah Rp 191.000/orang (parkir motor Rp 1.000 + sewa motor Rp 60.000+ tiket masuk kawasan pura uluwatu Rp 30.000 + tiket tari kecak Rp 100.000). Sekian cerita di Uluwatu, Bali! Next aku ada cerita Bali lagi di hari ketiga 🙂

See ya Readers! <3

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

%d bloggers like this: